Sabtu, 22 April 2017

PREDIKSI TERJADINYA GERHANA BULAN DAN MATAHARI

MAKALAH
PREDIKSI TERJADINYA GERHANA MATAHARI

Oleh:
Alaik Ridhallah
                                   


2017

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Gerhana matahari merupakan kejadian fenomena alam yang langka, terjadinya tidak setiap hari, bulan  maupun setiap tahun. Banyak orang dahulu salah paham menilai tentang terjadinya gerhana, ada yang mengira matahari dimakan buto ijo atau bahkan merupakan pertanda matinya seseorang. Dengan berkembangnya zaman, apalagi didukung berbagai macam peralatan yang canggih. Kejadian gerhana dapat diprediksi dan juga bisa amati secara langsung.
Dalam makalah ini, akan coba kami paparkan cara memprediksi terjadinya gerhana matahari dengan pendekatan perhitungan menggunakan data-data yang sudah ada.
  1. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Cara Memprediksi Terjadinya Gerhana Matahari dengan Data Ephemeris ?
2.      Bagaimana Cara Mengetahui Mungkin Terjadinya Gerhana Matahari dengan Kitab Nurul Anwar ?

















BAB II
PEMBAHASAN
1.      Cara Memprediksi Terjadinya Gerhana Matahari dengan Data Ephemeris
Menghitung kemungkinan terjadinya gerhana matahari berdasarkan jadwal gerhana di bawah ini yaitu dengan cara :
a.       Ambil data dari tabel A menurut kelompok tahunnya.
b.      Ambil data dari tabel B menurut satuan tahunnya.
c.       Ambil data dari tabel C pada kolom gerhana matahari menurut bulannya. Bila hasil penjumlahan lebih dari 360 maka kurangilah 360.[1]
Kemungkinan perkiraan terjadi gerhana matahari jika perhitungan adalah di antara 0 s/d 20 atau di antara 159 s/d 190 atau di antara 348 s/d 360, maka dimungkinkan terjadi terjadi gerhana matahari.[2]
adapun tabelnya yaitu :
TABEL A
TH
DATA
TH
DATA
TH
DATA
TH
DATA
00
331° 05’ 12”
1400
084° 50’ 12”
1700
338° 50’ 12”
2000
232° 50’ 12”
30
212° 29’ 12”
1430
326° 14’ 12”
1730
220° 14’ 12”
2030
114° 14’ 12”
60
093° 53’ 12”
1460
207° 38’ 12”
1760
101° 38’ 12”
2060
355° 38’ 12”
90
335° 17’ 12”
1490
089° 02’ 12”
1890
343° 02’ 12”
2090
237° 02’ 12”
1220
076° 26’ 12”
1520
330° 26’ 12”
1820
224° 26’ 12”
2120
118° 26’ 12”
1250
317° 50’ 12”
1550
211° 50’ 12”
1850
105° 50’ 12”
2150
359° 50’ 12”
1280
199° 14’ 12”
1580
093° 14’ 12”
1880
347° 14’ 12”
2180
241° 24’ 00”
1310
080° 38’ 12”
1610
334° 38’ 12”
1910
228° 38’ 12”
2210
122° 38’ 2”
1340
322° 02’ 12”
1640
216° 02’ 12”
1940
110° 02’ 12”
2240
04° 02’ 12”
1370
203° 26’ 12”
1670
097° 26’ 12”
1970
351° 26’ 12”
2270
245° 26’ 12”

TABEL B
TH
DATA
TH
DATA
TH
DATA
01
008° 02’ 48”
11
088° 30’ 48”
21
168° 58’ 48”
02
016° 05’ 36”
12
096° 33’ 36”
22
177° 01’ 36”
03
024° 08’ 24”
13
104° 36’ 24”
23
185° 04’ 24”
04
032° 11’ 12”
14
112° 39’ 12”
24
193° 07’ 12”
05
040° 14’ 00”
15
120° 42’ 00”
25
201° 10’ 00”
06
048° 16’ 48”
16
128° 44’ 48”
26
209° 12’ 48”
07
056° 19’ 36”
17
136° 47’ 36”
27
217° 15’ 36”
08
064° 22’ 24”
18
144° 50’ 24”
28
225° 18’ 24”
09
072° 25’ 12”
19
152° 53’ 12”
29
233° 21’ 12”
10
080° 28’ 00”
20
160° 56’ 00”
30
241° 24’ 00”

TABEL C
NAMA BULAN
GERHANA
MATAHARI
BULAN
Muharram
030° 40’ 15”
015° 20’ 07”
Shafar
061° 20’ 30”
046° 00’ 22”
Rabi’ul awwal
092° 00’ 45”
076° 40’ 37”
Rabi’uts Tsani
122° 41’ 00”
107° 20’ 52”
Jumadal Ula
153° 21’ 15”
138° 01’ 07”
Jumadits Tsaniy
184° 01’ 30”
168° 41’ 22”
Rajab
214° 41’ 45”
199° 21’ 37”
Sya’ban
245° 22’ 00”
230° 01’ 52”
Ramadhan
276° 02’ 15”
260° 42’ 07”
Syawwal
306° 42’ 30”
291° 22’ 22”
Dzul qo’dah
337° 22’ 45”
322° 02’ 37”
Dzul Hijjah
008° 03’ 00”
352° 42’ 52”

            Contoh 1 :
            Prediksi Gerhana Matahari Pada Bulan Rajab 1438 H / 2017 M.
            Data diambil dari tabel Gerhana
            Tabel A (tahun 1430)              = 326°  14’  12’’
            Tabel B (tahun 08)                  = 064°  22’  24’’
            Tabel C (Rajab)                       = 214°  41’  45’’  +
            Jumlah                                     = 605°  18’  21’’
                                                            = 360°  00’  00’’   -
                                                            = 245° 18’  21’’
Hasil 245° 18’  21’’ ini tidak berada di antara 00° s//d 20° atau 159° s/d 190° atau 348° s/d 360°  maka tidak dimungkinkan terjadi gerhana.
           
            Contoh 2 :
            Gerhana Matahari Total (Khusuf al syams al kully) Akhir Shafar 1449 H / 2027 M
            Data diambil dari tabel Gerhana
            Tabel A (tahun 1441)              = 054°  48’  01’’
            Tabel B (tahun 08)                  = 064°  22’  24’’
            Tabel C (Shafar)                      = 061°  20’  08’’  +
            Jumlah                                     = 180°  30’  33’’
                                                            = 360°  00’  00’’   -
                                                            = 179° 29’  27’’ [3] (dibulatkan = 179°)
            Hasil 179°  29 ‘’ 27’ ini berada di antara 00° s/d 20° atau 159° s/d 190° atau 348° s/d 360° maka dimungkinkan terjadi gerhana.

2.      Cara Mengetahui Mungkin Terjadinya Gerhana Matahari dengan Kitab Nurul Anwar karya KH. Noor Ahmad. Dengan tabel di bawah ini :[4]
Contoh  :
            Prediksi Gerhana Matahari Pada Bulan Sya’ban 1403 H / 1983 M.
            Data diambil dari tabel Gerhana
            tahun 1381      ((السنين المجموعة             = 291°  57’ 
            tahun 22          (السنين المبسوطة)             = 177°  02’
            Sya’ban           ( اسماء الشهور)               = 245°  22’    +
= 360°  00’    -
            Jumlah                                                 = 354°  21’                             
Hasil 354°  21’  ini berada di antara 00° s//d 20° atau 159° s/d 190° atau 348° s/d 360° maka dimungkinkan terjadi gerhana.




























BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Menghitung kemungkinan terjadinya gerhana matahari berdasarkan jadwal gerhana di bawah ini yaitu dengan cara :
a.         Ambil data dari tabel A menurut kelompok tahunnya.
b.         Ambil data dari tabel B menurut satuan tahunnya.
c.         Ambil data dari tabel C pada kolom gerhana matahari menurut bulannya. Bila hasil penjumlahan lebih dari 360 maka kurangilah 360.
Kemungkinan perkiraan terjadi gerhana matahari jika perhitungan adalah di antara 0 s/d 20 atau di antara 159 s/d 190 atau di antara 348 s/d 360, maka dimungkinkan terjadi terjadi gerhana matahari.
  1. Saran
Demikianlah makalah yang kami susun tentang prediksi terjadinya gerhana matahari. Kami sadar bahwa tulisan sederhana ini jauh daripada sempurna dan masih banyak kesalahan, untuk itu kami harapkan kritik serta saran yang membangun pembaca agar dalam pembuatan makalah selanjutnya menjadi lebih baik. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita. Amin.


Daftar Pustaka

Ahmad, Noor, Nurul Anwar, (Jepara: Madrasah TBS Kudus, tt).
Izzuddin, Ahmad,  Ilmu Falak Praktis, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2012).
Kadir, A., Quantum Ta’lim Hisab Rukyat, (Semarang: Fatawa Publishing, 2014).
Khazin, Muhyidin, Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktik, (Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004)




[1]Muhyidin Khazin, Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktik, (Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004), hlm. 195-196  
[2]Ahmad Izzuddin, Ilmu Falak Praktis, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2012), hlm. 125
[3]A. Kadir, Quantum Ta’lim Hisab Rukyat, (Semarang: Fatawa Publishing, 2014), hlm. 241
[4]NoorAhmad, Nurul Anwar, (Jepara: Madrasah TBS Kudus, tt), hlm. 88

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentar di bawah ini :

Universalitas Nilai Islam Pada Generasi Millenial Era Digital

       sumber gambar : republika.co.id.          Kajian mengenai sejarah peradaban Islam telah melalui dan mengalami beberapa periode, pada...